Kamis, 22 Januari 2009

Berbohong Dibolehkan atau Tidak?


Ketika kita ingin mengetahui lebih mendalam bagaimana islam mengatur hal-hal kecil seperti berbohong, maka berikut dapat kita simak penjelasan mengenai berbohong didalam islam larangan dan pembolehannya.

Syarat-syarat berbohong dalam Islam

Ini syarat-syaratnya yang kebanyakan Muslim cukup mengenalnya:

  • Perang adalah tipu daya (War is deception.)
  • Tujuan menghalalkan hal-halal yg dilarang
  • Jika dihadapkan pada dua kejahatan, pilih yg kurang jahat.

Inilah ayat-ayat yg dijadikan dasar membohong:

* "Allah tidak akan mempertanyakanmu ttg apa yg tidak dapat kau penuhi dalam sumpahmu. … "
Surah 5:89

* "Allah tidak akan mempertanyakanmu kalau kau tidak memikirkan matang2 sumpahmu, tetapi bagi
kemauan dalam hatimu; dan Ia Maha pengampun …" Surah 2:225
  • "Siapapun yang setelah menerima Allah mengucapkan murtad, kecuali dibawah paksaan, hatinya tetap
  kuat dalam Iman – tetapi kalau mereka membuka hati mereka bagi Murtad, kemarahan Allah ada pada
mereka …" Surah 16: 106


Al-Tabary menjelaskan Surah 16:106 sebagai surah yang diturunkan kepada Muhamad setelah ia tahu bahwa Ammar Ibn Yasser dipaksa untuk menolak Islam ketika ia diculik oleh Banu Moghera. Muhammad menenangkan Ammar dengan mengatakan "Jika mereka berbalik, kau ikut berbalik." (Artinya: jika mereka menculikmu kembali, kau boleh menolak saya kembali.)

Ini menunjukkan bahwa kebohongan yang tidak direncanakan bisa diampuni dan bahkan kebohongan yang direncanakanpun bisa ditebus dengan melakukan beberapa hal, seperti puasa. Jelas juga, bahwa jika terpaksa Muslim bisa mengambil sumpah (contoh; sumpah kesetiaan kepada Negara lain) dan bahkan berbohong dengan Allah, selama mereka tetap percaya didalam hati mereka.

Dalam Hadis, Muhammad menegaskan konsep ini.

Dari "Ihyaa Ulum al-Din," oleh al-Ghazali, Vol. 3: PP.284-287:

Salah seorang puteri Muhamad, Umm Kalthoum, mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar rasulullah
mensahkan kebohongan kecuali dlm 3 situasi:
* Rekonsiliasi antara pihak-pihak yg bersengketa
* Dalam perang
* Diantara suami isteri, untuk menjaga kerukunan rumah tangga

Hadis mengutip Muhamad sebagai mengatakan: "Para putera Adam bertanggung jawab atas kebohongan kecuali yg diucapkan utk mendamaikan Muslim."

Hadis lain lagi menyebut, "Aba Kahl, damaikan orang-orang."(artinya: bahkan lewat kebohongan)

Bagaimana dengan yang satu ini "Para putera Adam bertanggung jawab atas semua kebohongan kecuali : selama perang, karena perang adalah penipuan, utk mendamaikan 2 lelaki yg cekcok dan bagi lelaki utk menenangkan isterinya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kabar Pengunjung

Betapa hidup ini menjadi damai ketika setiap insan menanamkan kecintaan kepada Sang Pemilik Cinta Sejati dan kepada Sesamanya

  © Blogger templates Blogger Edit by peCinta Kedamaian

Back to TOP